GURUKU INSPIRASIKU
Guru adalah pahlawan yang memerangi kebodohan-kebodohan di dunia ini yang
mencerdaskan kehidupan bangsa. tahukah kalian? darimana kita bisa membaca, kita
bisa menulis, mengetahui sesuatu yang tidak kita bisa menjadi bisa, dari yang
tidak kita tahu menjadi tahu, darimana kalau bukan dari guru kita. tahukah kalian?
Ketahuilah, bukan hal yang mudah menjadi
seorang guru, menjadi seorang guru memiliki tantangan tersendiri, seorang guru
harus bisa kompeten dalam menyampaikan ilmu yanga akan di ajarkan kepada semua
murid-muridnya karena guru merupakan
pendidik yang mempengaruhi keberhasilan murid-muridnya, bukan hanya
murid-muridnya, tetapi bisa menjadi keberhasilan ataupun kemajuan suatu negara
itu sendiri, karena negara yang maju terbentuk oleh sumber daya manusia yang
memiliki banyak ilmu, ilmu didapat darimana kalau bukan dari seorang guru yang
senantiasa membimbing murid-muridnya, mengarahkan hal-hal yang positif, memberikan
mitivasi-motivasi,selalu kerja keras, sabar dan selalu memberikan hal-hal yang
terbaik untuk murid-muridnya, bayangkan betapa hebatnya profesi mejadi seorang guru.
Guru juga merupakan teladan bagi murid-muridnya yang harus di guguh dan tiru,
guru mengajari kita semua dari tingkat yang paling bawah hingga tingkatan yang
paling tinggi, coba bayangkan berapa tahun guru mengajari kita dari kecil
hingga kita dewasa. Dan dari setiap banyaknya guru yang pernah mengajari
kita,tentu saja ada salah satu guru yang sangat menginspirasi kita.
Ini adalah tentang saya dengan guru
yang sangat menginspirasi hidup saya, hingga saat ini pun saya masih mengingatnya,
teringat bagaimana cara beliau mengajariku dan kawan-kawanku, teringat sosok
beliau beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2012, saat itu saya duduk di
bangku SMK kelas X jurusan Teknik Elektronika
Industri di sebuah sekolah menengah kejuruan negeri letaknya di jalan
Perjuangan kota Cirebon.
Ketika hari pertama belajar mengajar dimulai setelah Masa Orientasi Siswa
Selesai , tepatnya di ruang Produktif dimana tempat tersebut merupakan ruangan
yang dipakai pelajaran khusus untuk kelas Eletronika Industri, sebelum saya dan
kawan-kawan memasuki ruangan tersebut, guru itu sudah duduk di bangkunya dengan
tenang sambil melihat data absensi, Guru itu adalah seorang perempuan, berhijab
syar’i dan memakai kacamata, penampilannya pun begitu sangat rapih, dilihat
dari nada bicaranya seperti orang padang dan kira-kira umurnya 45 tahun. Guru
itu terlihat sangat berwibawa sekali.
Saat kami semua sudah duduk siap guru itu memperkenalkan diri, guru
perempuan itu bernama ibu Tuti Herlinda, setelah itu beliau menjelaskan
terlebih dahulu tata tertib yang harus diikuti oleh murid-murid sebelum memulai
pelajaran, di antara tata tertibnya adalah siswa harus masuk ke ruangan kelas
tepat waktu, kalau tidak tepat waktu pintu di kunci sehingga siswa yang terlambat
tidak bisa masuk, harus membawa alat-alat yang diperlukan pada saat praktik,
bagi siswa yang tidak membawa alat-alat tidak boleh mengikuti pelajaran dan tidak
diabsen. Guru itu mengajar di kelas kami tentang mata pelajaran Mengukur
Besaran Listrik dalam Rangkaian Elektronika (MBLRE).
Ketika hari demi hari saya lewati, banyak sekali hal- hal yang sepertinya
tidak saya inginkan sebelumnya terjadi hingga hampir membuat saya menjadi
semakin frustasi, hal pertama diantaranya adalah ketika ibu tuti menyuruh
murid-murid membawa alat-alat tetapi ada saja beberapa anak yang tidak membawa
alat pada saat praktik sehingga dikeluarkan dari kelas, ada juga yang terlambat
masuk kelas di keluarkan juga sehingga saya dan beberapa teman saya tidak bisa
mengikuti pelajarannya dan tidak diabsen, itu bukan hanya satu kali saja tetapi
berulang kali hingga pelajaran produktif kami tertinggal, dan karena setiap
kali pertemuan pasti akan ada praktik pengukuran berbagai alat-alat rangkaian
elektronika, dan itu juga selalu dinilai
oleh guru tersebut, saya berfikir kalau saya dan teman-teman yang lainnya
menyepelekan tata tertib yang sudah dibuat ibu tuti. Saya tidak menyangka bahwa
guru itu ternyata benar-benar sangat menyeramkan Sehingga itu memberikan
kesadaran untuk saya dan juga teman-teman saya untuk tidak mengulangi lagi. Hari
demi hari pun mulai saya perbaiki hingga selalu siap kalau mengahadapi mata
pelajaran tersebut, tetapi ada saja saat praktik yang membuat saya kesal sekali
setiap pengukuran alat yang akan saya ukur selalu saja salah dan harus di
remedial, bukan hanya saya teman-teman saya juga mengalami hal yang sama, salah
sedikit langsung di remedial, salah hanya beberapa saja langsung di ulang semua
sampai benar sampai buku saya dan teman-teman saya penuh dengan coretan-coretan
dari ibu Tuti. Guru itu benar-benar sangat luar biasa detail dalam mengamati tugas-tugas siswanya,
Ketika sedang mengajar, beliau selalu menjelaskan secara terperinci sampai
semua muridnya mengerti dan paham sebelum memulai praktik pengukurannya. Adapun
murid yang tidak paham beliau ajari sampai benar-benar bisa, beliau sangat
keras, ia ingin semua murid-muridnya itu bisa, beliau juga sangat menghargai sekali
muridnya yang mau berusaha walaupun selalu gagal dalam praktiknya, ia selalu
memberikan dukungan kepada murid-muridnya walaupun dalam memberikan penilaian
sangat pelit sekali, untuk mencapai nilai yang tinggi itu sangat susah sekali ,
tetapi beliau tidak pernah membuat muridnya pantang menyerah, tidak
mengendorkan semangat siswanya yang tidak bisa dengan kata-kata yang kasar atau
tidak perdulikan siswanya, melainkan merangkul siswanya, mengajari dengan
ikhlas. Beliau juga sangat bersahabat sekali, walaupun ketika di dalam kelas
seperti Harimau betina yang menyeramkan yang siap menerkam murid-muridnya
tetapi di luar kelas sungguh tak di duga hatinya benar-benar luar biasa sangat
baik, beliau selalu menasihati murid-muridnya apalagi murid perempuan yang
mayoritas muridnya laki-laki. Saya melihat beliau itu berbeda dari guru-guru
lainnya yang saya tahu di sekolah tersebut, beliau itu unik dan memiliki
kharisma tersendiri sebagai seorang guru.
Dan yang membuat saya sangat terinspirasi adalah beliau sangat tepat waktu
sekali, sebelum murid-murinya masuk ke kelas, beliau selalu hadir terlebih
dulu, lalu ketika jam pulang beliau selalu mengulur waktu sehingga
seharusnya pulang pada waktu siang tapi
sebaliknya pulangnya sore hari, karena beliau ingin praktiknya berjalan dengan
baik, beliau sangat ikhlas mengajari murid-muridnya tanpa lelah, beliau sangat
sabar dalam mengajari murid-muridnya, apalagi jika melihat muridnya berhasil
dalam praktik, beliau sangat senang, dan apabila muridnya yang tidak bisa-bisa
lalu kemudian menjadi bisa beliau lebih senang lagi , seperti yang pernah saya
alami, saya merasa sangat senang sakali ketika saya mampu melakukannya.
Dari beliau saya menyadari banyak hal, seperti betapa pentingnya kedisiplinan,
beliau selalu tepat waktu, beliau menyuruh murid-muridnya untuk tidak
terlambat, memberikan hukuman yang tegas sehingga murid-muridnya tidak
mengulangi lagi, menurut saya semua itu di lakukan agar murid-muridnya menjadi
pribadi yang disiplin, mandiri, pribadi yang menghargai waktu, dan bertanggung
jawab sebagai seorang pelajar. Beliau
juga selalu memberikan pesan, motivasi dan nilai- nilai keagamaan setelah akhir
pembelajaran selesai. Saya selalu ingat beliau mengatakan bahwa tidak ada yang
tidak bisa, sesuatu itu bisa di lakukan dengan niat dan usaha kita.
Dan bukan hanya saya yang mengatakan bahwa ibu Tuti itu berbeda dari yang
lain, ternyata banyak kakak tingkat yang mengatakan hal yang sama tentang
beliau, betapa luar biasanya guru itu. Ibu
Tuti kau sangat menginspirasi, terimakasih atas
semua jasa-jasamu kepada kami semua, terutama saya sendiri. Bagi saya
Engkau bukan hanya seorang pahlawan saja, tetapi engkau adalah malaikat
tangguh yang memiliki kesabaran yang
tinggi.
NAMA : CASWATI
TTL : CIREBON,10-10-1996
PRODI : PGSD 3A
NIM : 1786206012
ALAMAT : JL. SUNAN GUNUNG JATI
DESA KERTASURA
KEC.KAPETAKAN KAB.CIREBON
"Karya dari Caswati ini mendapat Juara 3 dalam lomba menulis esai yang di adakan HIMASDA STKIP Nahdlatul Ulama Indramayu"
Terimakasih Kunjunganya....